Sekolah Hijau, Langkah Nyata Pemkot Lawan Krisis Iklim
![]() |
| Potret Program Sekolah Hijau (Suara.Media) |
Pemerintah Kota Bogor meluncurkan program “Sekolah Hijau” sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi krisis iklim. Lewat pendidikan, Pemkot berharap perubahan dimulai dari ruang kelas.
Langkah kecil dari ruang kelas, untuk perubahan besar di masa depan. Pemerintah Kota Bogor resmi meluncurkan program “Sekolah Hijau” pada Senin (3/6), sebagai upaya konkret menanamkan budaya ramah lingkungan kepada generasi muda.
Program ini dimulai secara simbolis di SMPN 7 Bogor, di mana puluhan siswa menanam pohon, membersihkan lingkungan, dan mengikuti edukasi pemilahan sampah. Tak sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi bagian dari rencana besar Pemkot untuk menjadikan sekolah sebagai pusat perubahan menuju kota yang lebih hijau.
Dinas Lingkungan Hidup mencatat, lebih dari 120 sekolah di Kota Bogor akan dilibatkan dalam program ini secara bertahap. Setiap sekolah akan mendapat paket bibit tanaman, pelatihan guru tentang pendidikan iklim, serta dukungan alat daur ulang seperti komposter dan bank sampah digital.
Di sela kegiatan, tampak siswa-siswa antusias menanam pohon dengan wajah ceria. Beberapa membawa tanaman dari rumah, sementara yang lain sibuk mengecat pot bekas sebagai bagian dari gerakan mendaur ulang. Ada pula kelas yang mulai mendirikan kebun vertikal sederhana di sudut sekolah dengan memanfaatkan botol plastik bekas.
“Kalau perubahan tidak dimulai dari anak-anak, lalu siapa lagi? Sekolah adalah tempat terbaik untuk menumbuhkan kebiasaan baru yang peduli lingkungan,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya, saat memberikan sambutan.
Selain sektor pendidikan, program ini juga akan menyasar puskesmas, kantor kelurahan, hingga taman kota. Semua diarahkan pada satu tujuan: memperluas ruang hijau dan mengurangi emisi karbon di tingkat lokal.
Menurut data Pemkot, suhu rata-rata di Kota Bogor meningkat 1,2 derajat dalam sepuluh tahun terakhir. Penebangan pohon, peningkatan jumlah kendaraan, dan pembangunan yang padat menjadi faktor utama yang memperburuk kualitas udara dan mengurangi resapan air.
![]() |
| Potret Program Sekolah Hijau (Media.Kaltim) |
Program “Sekolah Hijau” juga akan dilengkapi sistem monitoring digital. Sekolah yang konsisten menjalankan program ini akan diberi penghargaan lingkungan serta insentif dalam bentuk bantuan fasilitas.
Pemkot menargetkan penambahan 30% kawasan hijau aktif hingga 2030, sebagai respons atas meningkatnya suhu kota dan berkurangnya tutupan vegetasi. Langkah ini juga sejalan dengan target nasional untuk adaptasi perubahan iklim dari level akar rumput.
Kamera Lensa kami merekam suasana berbeda di sekolah hari itu: bukan sekadar belajar dari buku, tapi dari tanah, daun, dan udara yang bersih. Semangat siswa-siswi yang menanam hari ini, menjadi harapan bagi masa depan Kota Bogor yang lebih hijau dan berkelanjutan.

.jpeg)