Banjir Jakarta 2025: Alarm Nyata Krisis Iklim
![]() |
| Banjir Jakarta 2025 (Sumber: Torto.id) |
Banjir besar melanda Jakarta dan sekitarnya pada pertengahan Maret 2025. Sebanyak sembilan orang meninggal dunia dan lebih dari 90.000 warga mengungsi akibat curah hujan ekstrem yang terjadi selama lima hari berturut-turut.
Banjir besar kembali melumpuhkan wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak 15 Maret lalu. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, per 20 Maret, sedikitnya sembilan orang meninggal dunia dan lebih dari 90.000 warga terpaksa mengungsi.
Korban jiwa dilaporkan tersebar di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan sebagian Jakarta Barat. Penyebab kematian antara lain terseret arus, tersengat listrik, dan tertimbun longsoran di area padat penduduk.
Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan lebih dari 3.000 personel gabungan untuk evakuasi, pendistribusian logistik, dan pemantauan titik-titik banjir yang kritis. “Sebanyak 342 posko pengungsian sementara telah dibuka, dengan prioritas pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil,” ujarnya dalam konferensi pers di Balai Kota, Rabu (19/3).
Banjir kali ini disebut sebagai yang terparah sejak 2007, baik dari segi korban jiwa maupun jumlah pengungsi. Wilayah yang terdampak parah antara lain Kampung Pulo, Cawang, Kelapa Gading, Penjaringan, dan Cengkareng. Beberapa ruas jalan utama seperti Jalan DI Panjaitan dan Jalan Gunung Sahari tidak dapat dilalui kendaraan hingga dua hari setelah hujan reda.
![]() |
| Potret Banjir Jakarta Dari Udara (Sumber: Inilah.com) |
Hujan ekstrem terjadi sejak Jumat, 15 Maret 2025 malam dan terus berlangsung hingga Selasa, 19 Maret 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut curah hujan kali ini mencapai lebih dari 350 mm per hari, jauh di atas ambang normal.
Selain merendam pemukiman, banjir juga menyebabkan terganggunya pasokan air bersih dan meningkatnya risiko penyakit di pengungsian. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan telah mengirim tim medis ke 41 titik untuk mencegah wabah dan melakukan penyuluhan sanitasi darurat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 17 Maret 2025 dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

.jpeg)